Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Makalah tentang Begal

Written by Unknown 2 komentar Posted in:

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Setiap media dalam satu hari lebih dari satu kali menginformasikan tentang adanya kriminalitas. Tidak dapat dipungkiri itulah yang terjadi dalam negara kita ini. Di sana-sini banyak terjadi pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, pencurian, dan banyak lagi kriminalitas yang lain. Banyak sudah para pembuat onar itu yang ditangkap oleh aparat penegak hukum, tetapi masih banyak pula para pembuat onar yang masih berkeliaran. Sehingga membuat hati masyarakat tidak tenang, selalu resah diselimuti rasa ketakutan.
Kriminalitas atau kejahatan adalah tingkah laku yang melanggar hukum dan norma-norma sosial, sehingga masyarakat menentangnya. Masyarakat modern yang sangat kompleks menumbuhkan keinginan-keinginan materiil tinggi, dan sering disertai ambisi-ambisi sosial yang tidak sehat. Dambaan pemenuhan kebutuhan yang berlebihan tanpa didukung oleh kemampuan untuk mencapainya secara wajar akan mendorong individu untuk melakukan tindak criminal seperti tindak pembegalan yang sekarang sedang marak terjadi dimana-mana. Maka dari itu diperlukan lebih lanjut kajian tentang pengertian, teori, kriminalitas sehingga pada akhirnya kita dapat mengetahui dampak dan solusi terhadap kriminalitas khususnya tindak kejahatan pembegalan, agar norma sosial dan kepentingan masyarakat dapat tetap terjaga dengan baik.
1.2  Rumusan Masalah
a)      Apakah yang di maksud dengan kriminalitas dan pembegalan?
b)      Bagaimanakah dampak dan penanganan terhadap adanya tindak  kejahatan pembegalan?
1.3  Tujuan
a)         Mengetahui apa yang di maksud dengan pembegalan.
b)        Mengetahui bagaimanakah dampak dan penanganan terhadap adanya tindak kejahatan pembegalan.


BAB II
TINJAUAN TEORITIS
2.1 Pengertian Kriminalitas/Kejahatan dan Pembegalan
Crime atau kejahatan adalah tingkah laku yang melanggar hukum dan melanggar norma-norma sosial, sehingga masyarakat menentangnya. Lalu krimonologi adalah ilmu pengetahuan tentang kejahatan, Kartono (1999: 122).
Definisi kejahatan secara yuridis adalah bentuk tingkah laku yang bertentangan dengan moral kemanusiaan (immoril), merugikan masyarakat, a-sosial sifatnya dan melanggar hokum serta undang-undang pidana. Di dalam  KUHP jelas tercantum bahwa “kejahatan adalah semua bentuk perbuatan yang memenuhi perumusan ketentuan-ketentuan KUHP”. Missal pembunuhan pasal memenuhi 338 KUHP, mencuri memenuhi pasal 362 KUHP, penganiayaan memenuhi pasal 351 KUHP.
Secara sosiologis, kejahatan adalah semua bentuk ucapan, perbuatan, dan tingkah laku yang secara ekonomis, politis, dan sosial-psikologis sangat merugikan masyarakat, melanggar norma-norma susila, dan menyerang keselamatan warga masyarakat (baik yang tercantum maupun yang belum tercantum pada undang-undang pidana).
Sedangkan pembegalan sendiri termasuk ke dalam jenis kriminalitas/kejahatan. Karena pembegalan sudah melanggar hukum dan melanggar norma-norma sosial yang ada. Orang yang melalukan pembegalan disebut Begal. Begal ialah penjahat yang merampas barang-barang di tengah jalan sepi.
2.2 Teori mengenai Kejahatan
Teori mengenai kejahatan adalah sebagai berikut, Kartono (1999: 136-150):
a)       Teori Teologis, menurut teori ini kriminalitas sebagai perbuatan dosa yang jahat sifatnya, setiap orang dapat melakukan kejahatan kerena didorong oleh roh-roh jahat, godaan setan/iblis, nafsu, sehingga ia melanggar kehendak Tuhan.
b)      Teori filsafat tentang Manusia (Antropologi Transedental).
Teori ini menyebutkan adanya dialektika antara jasmani dan rohani. Rohani atau jiwa mendorong masnusia kepada perbuatan-perbuatan baik dan susila, mengarahkan manusia pada usaha transedensi dan konstruksi diri. Selanjutnya jiwa diwujudkan dalam perbuatan jasmani. Jasmani manusia merupakan prinsip ketidakselesaian atau perubahan, sifatnya tidak sempurna. Prinsip ini mengarahkan manusia kepada destruksi, kerusakan, kejahatan, dll.
Jadi karena sifat-sifat jasmaninya, seseorang mempunyai kecenderungan mengarah ke kejahatan jika kecenderungan tersebut tidak dapat dikendalikan oleh jiwa. Kecenderungan mengarah kepada kejahatan berlangsung dengan mudah/otomatis, sedangkan kecenderungan usaha transedensi atau konstruksi diri adalah usaha yang sulit.
a)      Teori kemauan bebas (free will), menyatakan bahwa manusia itu bebas berbuat menurut kemauannya, berhak menentukan pilihan dan sikapnya. Teori ini menyebutkan sebab kejahatan adalah kemauan manusia itu sendiri.
b)      Teori penyakit jiwa, teori ini menyebutkan adanya kelainan-kelainan jiwa yang bersifat psikis sehingga individu sering melakukan kejahatan. Penyakit jiwa ini berupa psikopat dan defect moral.
2.3 Dampak Tindak Kriminalitas Pembegalan
Dampak negative tindak kriminalitas pembegalan antara lain, Kartono (1999: 151):
a)      Menimbulkan rasa tidak aman, kecemasan, ketakutan dan kepanikan di tengah masyarakat.
b)      Banyak materi dan energi terbuang dengan sia-sia oleh gangguan-gangguan kriminalitas.
c)      Menambah beban ekonomis yang semakin besar kepada sebagian besar warga masyarakatnya.
Sementara itu dampak positif munculnya tindak kriminalitas pembegalan antara lain:
a)      Menumbuhkan rasa solidaritas dalam masyarakat yang tengah diteror pembegal.
b)      Orang berusaha memperbesar kekuatan hukum, dan menambah kekuatan fisik lainnya untuk memberantas kejahatan pembegalan.
c)      Pemberitaan criminal memberi ganjaran kepada penjahat pembegalan, membantu pihak pengusut kejahatan pembegalan, membekuk si pembegal (pemuatan foto penjahat yang akhirnya berhasil membekuk penjahat), penjara yang mujarab untuk mencegah orang-orang berjiwa kecil/jahat melaksanakan niat jahatnya, dan pemberitaan proses peradilan dan penangkapan si pembegal, juga membantu si pembegal dari perbuatan sewenang-wenang pihak penegak hukum.
2.4 Penanganan terhadap Tindak Kriminalitas Pembegalan
Tahap-tahap penanganan tindak kriminalitas pembegalan, Soetomo (2008: 33-63):
a)      Tahap identifikasi, indicator sederhana untuk tahap identifikasi adalah memanfaatkan angka-angka statistic yang tersedia bagi daerah tertentu. Pada data tersebut kita dapat mengetahui insidensi (jumlah kejadian dalam kurun waktu tertentu dalam suatu daerah), dan prevalensi (jumlah pelaku kejahatan).
b)      Tahap diagnosis, yaitu mencari sifat, eskalasi dan latar belakang kriminalitas terjadi untuk membantu menentukan tindakan sebagai upaya pemecahan masalah.
c)      Tahap treatment, adalah upaya pemecahan masalah yang ideal pada suatu kondis tertentu, terdiri dari:
1)      Usaha rehabilitative, focus utamanya pada kondisi pelaku kejahatan pembegalan, terutama upaya untuk melakukan perubahan atau perbaikan perilakunya agar sesuai dengan standar atau norma sosial yang ada.
2)      Usaha preventif, focus pada pencegahan agar tindak kejahatan pembegalan tidak terjadi. Dapat dilakuakan pada level individu, kelompok, maupun masyarakat.







BAB III
PEMBAHASAN
Terlepas darimana begal berasal, orang yang berada dalam kondisi ekonomi lemah dan terdesak kebutuhan hidup, ditambah kurangnya iman, cenderung berpikir pendek. Boleh dibilang, akan menghalalkan segala cara agar kebutuhan hidupnya ini bisa terpenuhi, termasuk dengan membegal.
Mayoritas pelaku begal merupakan anak-anak muda yang belum atau tidak memiliki pekerjaan tetap. Sepertinya tuntutan pergaulan juga ambil bagian di sini. Para remaja yang seharusnya sekolah atau masuk usia kerja malah kumpul tidak jelas. Tak jarang diantara mereka banyak yang terjerumus perjudian/narkoba. Orang tua jelas tidak akan memberi anak-anaknya uang untuk digunakan hal-hal seperti itu. Akhirnya mereka terpaksa membegal.
Dari hasil penelusuran media, ternyata para pelaku begal yang tertangkap (dan juga dianiaya massa) memang tidak memiliki pekerjaan tetap. Di jaman seperti sekarang ini, mencari sebuah pekerjaan memang tidak mudah. Begitu juga dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Dibutuhkan keberanian yang lebih besar untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan.
Berdasarkan data dari BPS, sepanjang bulan Februari hingga Agustus 2014, jumlah pengangguran di Indonesia bertambah 0,09 juta orang dari 7,15 juta orang meningkat 7,24 juta orang. Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah karena pertumbuhan ekonomi yang melambat di 5,01%.
Berdasarkan data di atas, wajar saja akhir-akhir ini sering terjadi tindak kejahatan pembegalan. Belakangan ini pun hampir setiap hari media massa dipenuhi berita mengenai begal motor. Sudah tak terhitung jumlah korban yang mengalami pembegalan. Bukan sekedar kehilangan motor, tapi mereka juga harus mengalami luka berat. Bahkan di Depok, Abdul Rahman meninggal dunia dengan 3 luka tusukan di punggung dan di pinggang kanannya. Sementara motor milik Abdul Rahman, Suzuki Satria berhasil digasak pelaku.
Sejauh ini belum ada tindakan yang memuaskan dari aparat selain himbauan agar berhati-hati saat mengemudi kendaraan roda dua di malam hari. Padahal tanpa dihimbau pun sebaiknya selalu berhati-hati. Bukan hanya pengendara roda dua, tapi pejalan kaki, pengendara roda empat, atau sekedar penumpang bis pun harus tetap berhati-hati. Rupanya menghadapi para begal ini, nyali kita harus lebih besar dibanding nyali pelaku pembegalan. Seperti yang dialami Sri, korban pembegalan di Pondok Aren. Nyalinya tidak serta merta ciut menghadapi begal berpedang. Alih-alih berhasil merampas motor yang ditumpangi Sri, begal di Pondok Aren malah ikut terjatuh. Satu dari empat pelaku begal yang di Pondok Aren, Tangerang Selatan tersebut, tewas diamuk massa dan dibakar warga.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Sitompul, menjelaskan awal mula pembegalan itu terjadi. Sekitar pukul 1 dini hari tadi malam, pelaku begal berjumlah empat orang dengan dua motor hendak melakukan pembegalan. “Mereka melukai korban Wahyu Hidayat (22) dan Sri (20) menggunakan samurai dan mengenai Sri yang dibonceng,” jelas Martinus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (24/2).
Sadar dirinya menjadi sasaran kejahatan, Sri coba melakukan perlawanan. Salah satu pelaku terjatuh. Melihat temannya terjatuh, pelaku begal lain ikut membantu tapi warga mengetahui aksi mereka. “Satu tertangkap, tiga melarikan diri,” tambahnya.
Geram dengan ulah begal, warga emosi. Seorang pelaku yang jatuh langsung diamuk massa. Dia dibuat babak belur, hingga akhirnya dibakar hingga tewas. “Pihak kepolisian mengimbau masyarakat apabila ada peristiwa semacam ini, terhadap upaya Ibu Sri melakukan perlawanan, pihak kepolisian menyatakan apresiasi dan salut, karena sikap seperti ini perlu ada untuk bisa melakukan antisipasi terhadap timbul kejahatan,” jelasnya. “Namun, kami juga mengimbau masyarakat supaya tidak main hakim sendiri, yang mengakibatkan meninggalnya seseorang. Kita negara hukum, harus menghormati hukum dan HAM, harus menyerahkan ke yang berwenang, jangan main hakim,” sambung Martinus.
Saat ini, pelaku begal yang terbakar masih berada di RS Tangerang. Identitasnya belum diketahui karena kondisi korban terbakar tanpa sisa. “Identitas pelaku yang tewas belum didapatkan, karena semua habis gosong terbakar. Wajah korban tidak bisa dikenali,” katanya.
Terkait kasus ini, semua bukti yang tertinggal di lokasi sudah diamankan polisi. “Kita sudah melakukan autopsi dan mencari keterangan lain tentang identitas korban dan jaringan korban, agar bisa dilakukan tindak lanjut. Bukti samurai pelaku dan motor beat korban sudah ada di kepolisian,” paparnya.
Kepada warga, Martinus berpesan, mengingat aksi begal semakin marak dia mengimbau agar tak bepergian ke luar rumah di atas jam 10 malam. “Semua daerah rawan.
Dengan ini perlu adanya kewaspadaan masyarakat dan kesiagaan pihak polisi, kalau tidak perlu atau penting, tidak usah bepergian sendiri dan sepi misal di atas jam 10 malam tidak usah. Lokasi rawan bisanya pernah kejadian, sepi, tanpa penerangan, mobilitas terbatas,” jelas mantan kabid Humas Polda Jabar ini.[1]

















BAB IV
PENUTUP
Secara sosiologis, kejahatan adalah semua bentuk ucapan, perbuatan, dan tingkah laku yang secara ekonomis, politis, dan sosial-psikologis sangat merugikan masyarakat, melanggar norma-norma susila, dan menyerang keselamatan warga masyarakat. Sedangkan pembegalan sendiri termasuk ke dalam jenis kriminalitas/kejahatan. Karena pembegalan sudah melanggar hukum dan melanggar norma-norma sosial yang ada. Orang yang melalukan pembegalan disebut Begal. Begal ialah penjahat yang merampas barang-barang di tengah jalan sepi.
Seperti kasus yang dialami Abdul Rahman meninggal dunia dengan 3 luka tusukan di punggung dan di pinggang kanannya. Sementara motor milik Abdul Rahman, Suzuki Satria berhasil digasak pelaku.
Oleh sebab itu, perlu adanya kewaspadaan masyarakat dan kesiagaan pihak polisi, kalau tidak perlu atau penting, tidak usah bepergian sendiri misal di atas jam 10 malam. Lokasi yang rawan terjadi pembegalan biasanya di tempat sepi, dan tanpa penerangan.



[1] Http://duniabaca.com/inilah-kronologis-pelaku-begal-di-amuk-masa-dan-dibakar-habis.html

Read more

Format Penulisan Karya Ilmiah

Written by Unknown 1 komentar Posted in:

Format Penulisan Karya Ilmiah

Skripsi, paper/makalah, laporan penelitian, dan lain sebagainya, memiliki format penulisan tertentu untuk bisa disebut sebagai sebuah karya ilmiah. Uraian di bawah ini membahas format penulisan karya ilmiah berupa skripsi pada Program S-1 Pemerintahan Integratif. Namun beberapa poin penting dalam format penulisan dimaksud bisa dipakai sebagai acuan dalam penulisan karya ilmiah selain skripsi, seperti paper/makalah, artikel dalam jurnal ilmiah, dan lain sebagainya.
A. Bahan dan Ukuran Kertas
Bahan dan ukuran kertas yang dipakai dalam sebuah karya ilmiah adalah sebagai berikut:

Ukuran kertas: A4 (21 x 29,7 cm).
Jenis kertas: HVS 80 gram.
Kertas doorslag berwarna (sesuai dengan warna yang telah ditentukan) dengan lambang Universitas Mulawarman sebagai pembatas.
B. Pengetikan

Ketentuan-ketentuan dalam pengetikan sebuah karya ilmiah dirinci sebagai berikut:Menggunakan software pengolah kata dengan flatform Windows, seperti MS Word, Excel, dan lain-lain.
Jenis huruf yang digunakan adalah Times New Roman dengan ukuran 12 kecuali untuk:

Halaman judul sampul/luar (hard cover) dan halaman judul dalam (soft cover), yang menggunakan huruf tegak (kecuali istilah asing) dan dicetak tebal (bold) dengan ukuran font mulai 12 sampai 16 (disesuaikan dengan panjang judul, lihat Lampiran).

Catatan kaki (footnotes), yang menggunakan font ukuran 10.

Huruf tebal (bold) digunakan untuk judul dan sub-judul (sub-bab, sub sub-bab), memberi penekanan, pembedaan, dan sejenisnya.

Huruf miring (italic) digunakan untuk istilah dalam bahasa asing atau bahasa daerah, memberi penekanan, pembedaan (termasuk pembedaan sub-judul yang hirarkhinya tidak setingkat), dan sejenisnya. Judul sub sub-sub-bab dibuat dengan mengkombinasikan huruf miring dan huruf tebal (italic-bold atau bold-italic). Judul sub sub-sub-sub-bab dan seterusnya dibuat dengan huruf miring biasa

Batas tepi (margin):
a.   Tepi atas     : 4 cm
b.  Tepi bawah : 3 cm
c.   Tepi kiri     : 4 cm
d.  Tepi kanan : 3 cm

Sela ketukan (indensi) selebar 1 cm. Indensi Tab dipakai pada baris pertama alinea baru. Indensi gantung digunakan untuk daftar pustaka.
Spasi bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir:

a.   Bagian awal dari karya ilmiah termasuk di dalamnya adalah
halaman judul, halaman pengesahan, halaman pernyataan, abstrak,
riwayat hidup, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar
dan daftar lampiran. Spasi yang digunakan adalah:
         1)        Pernyataan ditulis dengan spasi tunggal (lihat Lampiran).
         2)        Riwayat Hidup dan Kata Pengantar ditulis dengan spasi ganda.
         3)        Abstrak, antara 150-250 kata (dalam satu halaman) ditulis dengan menggunakan spasi                         tunggal            (lihat Lampiran).
         4)        Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, Daftar Lampiran disusun dengan menggunakan                      spasi             tunggal (lihat Lampiran).
           5)        Lainnya, lihat Lampiran.
b.   Bagian isi karya ilmiah meliputi Bab I sampai BAB V, disusun
       dengan menggunakan spasi ganda.
c.   Bagian akhir karya ilmiah terdiri dari Daftar Pustaka, yang daftar
      referensinya memakai spasi tunggal dan indensi gantung (jarak antar
      referensi dengan spasi ganda), dan Lampiran yang ditulis dengan
      spasi tunggal atau disesuaikan dengan bentuk/jenis lampiran.
     6. Judul karya ilmiah, bab, sub bab, dan lain sebagainya:
a.      Judul karya ilmiah dan bab, diketik dengan huruf besar/kapital,
         dicetak tebal, tanpa singkatan (kecuali yang berlaku umum seperti
         PT., CV.), posisinya di tengah halaman, dan tanpa diakhiri tanda
         titik. Perkecualiannya adalah judul pada halaman Persetujuan
         Seminar dan Pengesahan Skripsi (dengan huruf biasa, dicetak tebal).
b.      Judul sub-bab diketik sejajar dengan batas tepi (margin) sebelah
         kiri dengan menggunakan huruf A, B, C, dan seterusnya. Huruf
         pertama setiap kata dimulai dengan huruf besar (Title Case)
         kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diakhiri titik. Judul
         sub-bab dicetak dengan huruf tebal (bold).
c.      Judul sub sub-bab dimulai dengan angka 1, 2, 3 dan seterusnya.
         Huruf pertama setiap kata dimulai dengan huruf besar (Title Case)
         kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diakhiri titik.

         Judul sub sub-bab dicetak dengan huruf tebal (bold).

Read more

KATA-KATA MUTIARA

Written by Unknown 0 komentar Posted in: ,

selamat siang sobat blogger Indonesa, bagaimana keadaan kalian semua hari ini ? semoga selalu baik dan selalu bebahagia ya sobat. di kesempatan saat ini saya akan memposting beberapa karya sahabat kita yang membuat kata-kata mutiara berformat Ppt. nah semoga apa yang sahabat kita buat kali ini bisa membantu sobat semua saat mencari tugas tentang kat-kata mutiara. baik lah ini dia link download nya :

1. Jalani Hidup Dengan Tenang dan Relax ( 7.103 kb )

2. kata mutiara 1 ( 984 kb )

3. kata kata mutiara 2 ( 664 kb )

4. kata kata mutiara 3 ( 1.101 kb )

5. mutiara kata ( 11.974 kb

nah demikianlah beberapa karya sahabat kita yang dituangkan dalam format power point tentang kata kata mutiara. semoga bermanfaat ya kawan. terima kasih atas kunjungannya.

Read more

BASE CLASH OF CLAN TH 1- TH 10

Written by Unknown 0 komentar Posted in:

BASE CLASH OF CLAN TH 1- TH 10


Formasi Base Clash Of Clans Terbaik Town Hall 1-10 - Game bergenre Strategi yang bernama Clash Of Clans atau yang lebih kita kenal dengan nama COC ini, memang masih menjadi game strategi terlaris pada saat ini. Karena keseruan dalam setiap permainannya, tentu game yang satu ini akan membuat setiap orang yang memainkannya akan ketagihan. Dalam mengatur tata letak desa merupakan hal yang wajib sobat Davincy86 lakukan agar pertahanan base desa yang sobat miliki menjadi lebih kuat dan baik untuk Base War COC, COC th 7, Base th 7, Base th 8, COC th 6, Base COC th7, dan Base COC th8. Untuk itu pada kesempatan kali ini, Admin akan mengulas dan akan memberikan cuplikan gambar yang dapat sobat tiru dalam meracik Base COC yang kuat dan tak terkalahkan oleh setiap musuh yang sobat Davincy86 hadapi. Akan tetapi sebelum Admin mengulas mengenai Formasi Base Clash Of Clans Terbaik Town Hall 1-10, sebelumnya sobat Davincy86 harus mengetahui terlebih dahulu beberapa tipe serta jenis desain Base COC yang telah Admin rangkum sebelumnya, dan berikut Desain Base COC untuk sobat semua.

TIPE DAN JENIS DESAIN BASE COC :
  1. Formasi Base COC Farming : Base COC tipe Farming berfokus untuk mendapatkan shield 12 jam dari lawan yang menyerang desa sobat. Dengan menaruh TH (Town Hall) diluar tembok / pagar dan seluruh loot yang sobat punya ada didalam tembok / pagar. Hal ini dapat membuat kemungkinan untuk mendapatkan shield jadi lebih besar serta kerugian dari penyerangan lawan lebih kecil.
  2. Formasi Base COC Trophy : Base COC tipe Trophy kebalikan dari tipe base Farming. Kebanyakan yang menggunakan desain base seperti ini tidak terlalu peduli pada resource atau loot yang diambil dari lawan. Desain base ini berfokus melindungi desa COC yang dimilikinya, supaya lawan yang menyerang tidak mendapatkan jumlah Trophy yang besar.
  3. Formasi Base COC Hybrid : Untuk Base COC tipe Hybrid merupakan gabungan antara Formasi Base Farming dan Trophy. Untuk update terbaru dari COC, pertahanan base sudah di tambahkan, terutama untuk th8, th9 dan th10, seperti penmabahan untuk 4 mortar dan skeleton trap.

Nah, setelah sobat davincy86 sudah mengetahui berbagai tipe serta jenis desain Clash Of Clans yang telah Admin ulas di atas, berikutnya sobat Davincy86 dapat memilih desain strategi COC yang cocok sobat gunakan pada Base War COC, COC th 7, Base th 7, Base th 8, COC th 6, Base COC th7, dan Base COC th8.

FORMASI TERBAIK TOWN HALL 1-10

Town Hall 1 - TH1


Formasi Base Clash Of Clans Terbaik Town Hall 1-10

Town Hall 2 - TH2
Formasi Base Clash Of Clans Terbaik Town Hall 1-10

Town Hall 3 - TH3
Formasi Base Clash Of Clans Terbaik Town Hall 1-10

Town Hall 4 - TH4
Formasi Base Clash Of Clans Terbaik Town Hall 1-10

Town Hall 5 - TH5
Formasi Base Clash Of Clans Terbaik Town Hall 1-10

Town Hall 6 - TH6
Formasi Base Clash Of Clans Terbaik Town Hall 1-10

Town Hall 7 - TH7
Formasi Base Clash Of Clans Terbaik Town Hall 1-10

Town Hall 8 - TH8
Formasi Base Clash Of Clans Terbaik Town Hall 1-10

Town Hall 9 - TH9
Formasi Base Clash Of Clans Terbaik Town Hall 1-10

Town Hall 10 - TH10
Formasi Base Clash Of Clans Terbaik Town Hall 1-10
Demikian ulasan Admin mengenai Tips dan Trik Terbaru untuk sobat semua, mengenai Formasi Base Clash Of Clans Terbaik Town Hall 1-10. Semoga Tips dan Trik yang Admin ulas kali ini dapat bermanfaat. Terima Kasih atas kunjungannya. 

Read more

10 KOMPONEN FISIK

Written by Unknown 0 komentar Posted in: ,

TUGAS III
MENDESKRIPSIKAN 10 KOMPONEN FISIK













DISUSUN OLEH :

NUR SYAMSUDIN FIKRI
NIM : 1405105005


PENDIDIKAN OLAHRAGA

UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2014




( 1 )
KEKUATAN
1.1Pengertian
a.       Strength adalah segala bentuk Komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuanya dalam menggunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja., Kekuatan adalah kekuatan otot yang banyak di gunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama otot tungkai yang harus menahan berat
b.      Kekuatan adalah kapasitas kontraksi dari otot, yang merupakan gerakan  otot dari gerakan pertamanya sampai jarak gerakan sepenuhnya dan mengulangi kemampuan tersebut terhadap perlawanan ; sedapat mungkin mendekat pad ketahan stress yang maksimal.
I.2. Bentuk Latihan
a.       Dengan menggunakan Berat Badan Sendiri :
Ø      Bench Press ( beban 80% berat badan )
Ø      Curl ( Punggung menempel pada dinding )
Ø      Press Up dengan lengan sebagai penopang dan punggung lurus
Ø      Press Up pada Ujung jari
Ø      Press up slapping chest : press up sambil memukul dada
Ø      Press up clapping hands : press up sambil bertepuk tangan.
Ø      Press up with feet raised : press up seperti latihan 1 sambil mengangkat 1 kaki.
Ø      Knee raise (angkat lutut), tidur terlentang tingkai lurus kedepan dengan kedua lengan disamping badan. Bawa kedua lutut kedada kembalikan ke posisi semula.
Ø      Sit-up
Ø      Diagonal sit-up
Ø      Standing squats
b.   latihan dengan kawan sebagai beban latihan
Ø      Separate Wrist : berdiri berhadapan, pegang pergelangan tangan kawan lalu berusaha memisahkan kedua pergelangan kawanmu.
Ø      Separate Legs
Ø      Clap hands : berpasangan tidur terlentang, kepala bersentuhan dengan terentan
( 2 )
KECEPATAN
3.1.   Pengertian
a.       Speed adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
b.      Kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan secara berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu yang sesing-singkatnya. 
c.       Kecepatan adalah berhubungan dengan kemampuan untuk melakukan gerakan dalam waktu yang singkat.

2.      Bentuk latihan
a.       Balap sepeda
b.      Pukulan dalam tinju
c.       Panahan
d.      Running Speed Drills
e.       Running on the spot(lari di tempat, angkat lutut tinggi)
f.        Speed Assisted Work (belari menuruni bukit)
g.       Speed Resisted Work (berlari mendaki bukit)
h.       Speed Endurance Work (memukul serta melompat-lompat dalam waktu yang singkat).
i.         Metode Sprint terdiri :
Ø      Accelaration Sprints ( meningkatkan kecepatan berlari )
Ø      Hollow Sprint ( bentuk latihan kecepatan )
Ø      Repetion sprint ( Kecepatan lari yang konstan )

( 3 )
KELINCAHAN
2.1.   Pengertian
a.       Kelincahan adalah kemampuan bergerak cepat ke segala arah,yaitu kemampuan memulai dan berhenti melakukan gerakan dengan cepat.
b.      Kelincahan adalah berhubungan dengan cara mengubah arah posisi tubuh dengan kecepatan dan kecepatan tinggi. Kelincahan adalah kemampuan seseorang mengubah posisi tertentu. Seseorang yang mampu mengubah posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik.
2.2    Bentuk latihan
a. Agilty Run
b. Zig-zag Run
c. Lari Bolak-balik (shuttle Run)
d.Illionis Agility Run

( 4 )
KESEIMBANGAN
5.1.   Pengertian
a.       Balance adalah strength dari seseoranguntuk mempertahankan sikap dan posisi tubuh secara tepat pada saat berdiri ( static balance) atau pada saat melakukan gerakan ( dynamic balance ).
b.      Keseimbangan adalah kemampuann seseorang dengan sikap mempertahankan keadaan seimbang (equilibrium) ketika sedang diam atau sedang bergerak
c.       Keseimbangan adalah kemampuan seseorang dalam mengendalikan organ-organ syaraf otot, seperti handstand atau mencapai keseimbangan sewaktu seseorang sedang berjalan kemudian terganggu (misalnya tergelincir dan lain-lain).
5.2.   Bentuk Latihan
a. Naik sepeda dengan melewati balok kayu.
b. Berdiri pada balok yang berukuran 10 x 10 cm dan balok di taruh di atas permukaan air.
c. Berdiri dengan kaki dengan mengangkat sebelah kanan atau kiri secara bergantian
( 5 )
KELENTUKAN (fleksibilitas)
4.1Pengertian
a.       Kelentukan adalah kemampuan persendian untuk melakukan gerakan dalam ruang gerak  sendi secara maksimal( range of Moverment )
b.      Kelentukan adalah kemampuan seseorang untuk meningkatkan tubuh bagian-bagian tubuh dalam suatu ruang gerak yang seluas mungkin, tanpa mengalami cedera pada persendian dan otot di sekitar persendian. (menurut Johnson dan Nelson 1969)
c.       Kelentukan adalah afektivitas seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas.
4.2Bentuk Latihan
a.       Peregangan Statis(dengan gerak yang perlahan tetapi dilakukan terus menerus
b.       Peregangan Balistis (peregangan yang dilakukan dengan gerak memantul-mantulkan ).Semuanya meliputi :
Ø      Leher
Ø      Bahu dan dada
Ø      Lengan, bahu dan dada
Ø      Lengan dan bahu
Ø      Otot belakang bawah (lower back)
Ø      Pantat dan panggul
Ø      Otot belakang bawah dan perut
Ø      Otot pangkal paha
Ø      Otot pangkal paha panggul paha bagian dalam
Ø      Otot paha belakang (hamstring)
Ø      Otot paha depan (Quadriseps) dan ankle.
Ø      Otot paha depan dan panggul
Ø      Otot betis dan tungkai bawah



( 6 )
DAYA TAHAN ( Endurance )
6.1  Pengertian
a)      Daya tahan ( endurance ) adalah Kapasitas otot melakukan kontraksi secara terus-menerus pada tingkat intensitas sub maksimal
b)      Daya tahan adalah kemampuan seseorang untuk mempergunakan kekuatan secara maksimum yang di kerahkan dalam waktu sependek-pendeknya. (menurut Harre D. 1986, Principles of Sport, Training Sport, Verlag Berlin)
c)      Daya tahan adalah kemampuan dan kesanggupan otot untuk bekerja berulang-ulang tanpa mengalami kelelahan. (menurut Robbins, Power and Burgers ; 1994)


6.2  Bentuk Latihan
a.    Latihan daya tahan Aerobik Yang melipputi :
Ø      Lari terus menerus untuk waktu yang lama (long Continous running)
Bentuk latihan yang berlangsung lama dan terus menerus ini meningkatkan kemampuan menghirup oksigen dan memungkinkan metabolisme berlangsung lebih efesien
Ø      Latihan interval (latihan dengan metode interval)
Latihan interval adalah metode latihan daya tahan yang biasa di pakai di berbagai cabang olahraga seperti berenang, bersepeda, dan kebanykan olehraga permainan. Latihan interval memiliki  memiliki perbandingan periode kerja dan istirahat yang cukup. Sebagai contoh seorang perenang dengan program latihan 10 x 100 meter sprint dengan istirahat berenang perlahan sepanjang kolam, yang berukuran 50 meter, antara setiap jarak 100 meter sprint tersebut. Dengan latihan yang efektif periode istirahatnya dapat di buat lebih singkat.
b.      Daya Tahan Otot ( Muscular Endurance )
c.       Merencanakan tes daya tahan otot,seperti :
Ø      Maximum Press Ups
Ø      Abdominal curl Conditioning test yaiti sit up yang progresif.
( 7 )
KETEPATAN ( Accuracy )
7.1  Pengertian
a)  Akurasi adalah kemampuan untuk mengendalikan gerakan-gerakan bebas terhadap suatu sasaran.dapat berupa sasaran atau objek langsung  yang harus dikenai oleh salah satu bagian tubuh.
7.2 Bentuk Latihan
a.       Bermain Basket dengan Memasukan bola kedalam keranjang
b.      Memanah,Konsentrasi dalam membidikik anak panah dan menarik busur panahnya.


( 9 )
REAKSI ( Reaction )
9.1.   Pengertian
a.       Reaksi ( Reaction ) adalah kemampuan seseorang untuk melakukan atau bertndak secepatnya dalam menanggapi rangsangan yang ditimbulkan lewat indera ( Gerak penerima oleh suatu rangsang yang datang )
b.      Reaksi adalah kemampuan gerak yang ada, pada manusia dalam melakukan aktifitas fisik dan ini merupakan wujud dari kemampuan organ-organ tubuh memenuhi kebutuhan dan menggunakan oksigen sehingga memungkinkan melakukan aktivitas fisik terus menerus tanpa istirahat, serta kemampuan membuang dan menghambat bertambahnya konsentrasi asam laktat di dalam tubuh.
9.2  Bentuk latihan
Ø      Dribling bola pada permainan basket,mengoper bola pada teman,berarti secara reflek menerima bola untuk dimasukkan kedalam ring basket

( 8 )
KOORDINASI
8.1  Pengertian
8.2                    Koordinasi adalah kemampuan untuk melakukan gerakan atau kerja dengan tepat dan efisien.koordinasi ini menyatakan hubungan harmonis berbagai factor yang terjadi pada suatu gerakanKoordinasi adalah yang berhubungan dengan kemampuan untuk menggunakan panca indera seperti penglihatan dan pendengaran, bersama-sama dengan tubuh tertentu di dalam melakukan kegiatan motorik dan harmonis dan ketepatan tinggiBentuk Latihan
Ø      Naik turun bangku mengikuti irama yang teratur sebanyak 120 kali permenit selama 5 menit.
Gunanya untuk melatih kemampuan belajar yang bersifat sensomotorik.

( 10 )
POWER
10 1.    Pengertian
a.       Kesanggupan atau kemampuan dari tubuh manusia untuk melakukan penyesuaian untuk melakukan penyesuaian atau adaptasi terhadap beban fisik yang di hadapi tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, dan memiliki kapasitas cadangan untuk melakukan aktifitas berikutnya. (menurut Hairy. 1989 dan Hopkins 2002)
b.      Toleransi terhadap stress otot di mana suatu otot dapat mempertahankan pada beban kerja tertentu. (menurut Iskandar. Z. A. dan Engkos Kosasih, penerbit Akademika Pressindo, Cv.)
c.       Kemampuan badan seoarang atlet untuk mengambil oksigen secara maksimal. (Engkos Kosasih, Olahraga Teknik dan Program latihan.)

10.2.    Bentuk latihan
a.Sesi latihan dasar plyometrik
Sesi latihan inin di dahului oleh pemanasan berlangsubg 15-20 menit yang di lakukan dengan progress latihan yang teratur dari latihan sederhana ke latihan dengan tuntutan plyometrik yang lebih kompleks. Coba lakukan 3-5 set latihan plyometrik dengan 8-12 repetisi yang terus menerus untuk setiap latihan, berikan 1-2 menit istirahat anatara tiap set latihan :
a.       Standing broad jump ( mengukur gertak eksplosif tubuh )
b.      Vertical jump ( dengan meraih titik tertinggi dengan ujung jari tangan )
c.       Medicine Ball Throw ( mengetahui kekuatan tubuh bagian atas )
d.      Hopping adalah melompat mendarat dengan kaki yang sama, gunakan kedua kaki.
e.       Knee tuck adalah latihan melompat dengan membawa lutut ke dada setinggi mungkin.

f.        Skipping adalah lari angkat lutut setinggi mungkin

Read more

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Pages - Menu

Popular Posts

Categories

About Me

About

Categories